Review Perjalanan Naik Bus NPM dari ITERA Lampung ke Pariaman

By Meisarah Marsa, S.Sos - Oktober 05, 2022

Hi sobat, setelah sekian lama saya tidak ngeblog, rasanya ingin aktif kembali menulis blog. Salah satu daya tarik saya untuk kembali menulis adalah saya tidak menemukan banyak referensi pengalaman naik bus dari Lampung ke Sumatera Barat dari tulisan pribadi. Benar-benar sangat minim referensi. Nah, dari dasar itulah akhirnya saya tertarik kembali menulis dan membagikan pengalaman saya pribadi  naik bus dari Lampung ke Sumatera Barat.

Ini adalah pengalaman pertama saya naik bus. Jujur, saya adalah tipe orang yang bosan duduk lama di atas mobil dan gampang panikan. Karena ini perjalanan pertama saya, tentu saja saya berusaha mencari referensi sebanyak-banyaknya agar tidak salah informasi. Saya berangkat dari Bandar Lampung bersama Mama saya. 

Awalnya, kami ke Lampung mengunjungi adek saya yang kuliah di ITERA. Kunjungan pertama kami lakukan dengan transportasi udara. Namun, karena mahalnya harga tiket, saya dan mama memutuskan pulang dengan transportasi darat. Ketika mencari informasi tentang transportasi darat ini, saya bertanya ke adek dan temannya. Mereka merekomendasikan saya untuk berkunjung langsung ke loket bus yang ternyata tidak jauh dari ITERA. Tapi karena penasaran, saya mencoba mencari cara memesan lewat online.

Setelah searching di google, saya pun akhirnya memesan lewat aplikasi Red Bus. Saya memutuskan memesan tiket di sana karena titik penjemputan lebih akurat dan bisa memilih nomor kursi. Saya juga mendapat masukkan dari teman agar memilih nomor kursi yang nyaman. Saya akhirnya memutuskan mengambil nomor kursi 13 dan 14. Posisinya di tengah mobil sebelah kiri sopir. Alasannya, karena saya tidak ingin berada tepat di atas roda agar tidak mendapat guncangan yang keras serta posisi tengah juga terbilang cukup aman dari unsur kecelakaan, dan kenapa sebelah kiri? sederhana, agar saya bisa melihat pemandangan di pinggir jalan. Saya memesan online sehari sebelum keberangkatan agar bisa memilih kursi. 

Sebenarnya, ada banyak pilihan bus di dekat ITERA, ada NPM, MPM, ANS, dll. Tapi, saya memutuskan naik bus NPM karena pilihan ini merupakan satu-satunya bus yang tersedia di aplikasi Red Bus dengan tujuan Terminal Jati, Pariaman. Tipe Bus NPM yang saya pilih adalah Sutan Class dengan harga tiket Rp. 675.000,- per-orang ditambah dengan Asuransi Perjalanan Rp. 10.000,- (untuk saya dan mama). Karena ini perjalanan pertama saya naik bus, jadi saya ingin merasakan kenyamanan maksimal dalam perjalanan. 

Karena masih penasaran apakah pesanan saya berhasil diterima, saya akhirnya memutuskan untuk mengkonfirmasi ke loket bus yang terletak di Gerbang Tol ITERA dengan alamat Jl. Terusan Ryacudu, Way Huwi, Kec. Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung 35365. Saat mengkonfirmasi saya agak kecewa karena respon dari pihak loket hanya seadanya. Akhirnya saya pulang tanpa memperoleh banyak informasi. Pihak loket hanya memberi saya selembar kartu nama. Saya pun kemudian memutuskan menghubungi nomor yang tertera di kartu nama dan nomor tersebut juga sama dengan nomor kontak yang dikirim aplikasi RedBus ke WhatsApp saya.

Setelah menghubungi kontak admin, barulah saya mendapatkan cukup informasi. Dari pengalaman saya, saat menunggu bus sebenarnya kita bisa menunggu ditelfon oleh pihak loket bus. Namun karena saya panikan, jadilah saya dan mama berangkat ke loket sesuai dengan jadwal yang tertera pada tiket online. Saya berangkat pukul 15.30 WIB ke loket, sedangkan bus baru datang pukul 18.55 WIB. Cukup lama saya menunggu bus NPM Sutan Class ini. Sedangakn untuk bus NPM yang Executive sudah lebih dulu sampai ke loket. Buat kalian yang sudah memesan tiket secara online, kalian wajib melapor kepada petugas di loket untuk mendapatkan tiket yang dicetak dan stiker khusus yang ditempelkan di koper dan barang bawaan.

Tiket Cetak

Stiker Bus

Beruntungnya, di loket disediakan tempat sholat, jadi saya dan mama bisa sholat maghrib dan jamak sholat isya di sana. Ekspektasi saya terbayarkan saat naik bus. Tempat duduk yang saya dapat sesuai dengan pilihan saat pemesanan, juga disediakan selimut dan bantal berwarna merah, dengan kursi yang bisa disetting memanjang, sehingga kita benar-benar bisa tidur dengan nyenyak. Tersedia juga posisi 4 buah port USB untuk charger, 2 diantaranya di masing-masing kursi dan 2 nya lagi di bagian atas kursi. Lampus di dalam bus berwarna biru neon. 

Kondisi dalam bus NPM Sutan Class
Kursi Bus

Perjalanan dengan jalur darat ini memakan waktu kurang lebih 30 jam atau 1 hari lebih dengan jarak tempuh 1.039 Km. Mengingat jarak dan waktu yang cukup panjang, saya membawa bekal air minum yang cukup, snack, dan roti. Selama perjalanan, bus tidak banyak berhenti.

Rute awal yang saya lalui dengan bus NPM Sutan Class ini adalah dari loket Gerbang Tol ITERA menuju SPBU KM. 12 ROMI HERTON di Jl. Raya Palembang - Jambi No.KM. 12, Sukodadi, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961. Perjalanan memakan waktu 4 jam 55 menit dengan jarak 296 Km. Selama perjalanan ini, bus tidak berhenti sama sekali. Perjalanan melalui tol dengan jalan yang mulus berhasil membuat saya tertidur hingga tiba di SPBU. Berhubung sampai di SPBU sudah jam 23.49 WIB, saya terbangun dari tidur dan merasa lapar. Untungnya, ada pedagang asongan yang masuk ke dalam bus dan menjajakan makanan di SPBU Palembang. 

Rute dari Bandar Lampung ke SPBU Palembang
Setelah mengisi bahan bakar di SPBU, bus melanjutkan perjalanan menuju Rumah Makan Wisata Minang Tempino di Tempino, Kec. Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi 36364. Perjalanan dari SPBU ke rumah makan ini menempuh jarak 236 Km selama 4 jam 57 menit. Jujur, selama perjalan ini tidur saya tidak nyenyak karena jalan yang ditempuh tidak mulus. Banyak perbaikan jalan di sebelah kanan dan kiri. Saya akhirnya turun dari bus dan sholat subuh di Rumah Makan tersebut pada jam 5.27 WIB. Lama pemberhentian hanya 25 menit. Karena saya tidak terbiasa makan terlalu pagi, jadi saya hanya memesan teh panas saja di RM tersebut. Kalian jangan khawatir, karena meskipun subuh, rumah makan sudah menyediakan sarapan pagi seperti soto hangat, dan nasi beserta lauk pauk prasmanan. Ohya, bus pasti akan mengumumkan keberangkatan jika hendak berangkat dari lokasi pemberhentian. Jadi, kalian tidak usah khawatir ketinggalan bus. Pastikan kalian ingat selalu nomor plat bus yang kalian tumpangi agar tidak salah naik bus.

Setelah itu, bus kemudian melanjutkan perjalanan menuju Simpang Sungai Rengas sejauh 85,9 Km dengan waktu 2 jam 44 menit. Di sini, sopir bus istirahat 10 menit dan para penumpang tidak disarankan berpencar terlalu jauh dari lokasi bus. Karena fungsi pemberhentian hanya untuk istirahat sejenak. Kemudian, bus melaju kembali dan berhenti di Rumah Makan Umega di Jl. Lintas Sumatera, Km. 200, Pulau Punjung, Gn. Medan, Kec. Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat 27684. Perjalanan tempuh memakan waktu 4 jam 59 menit dengan jarak 192 Km. 

RM Umega Gunung Medan

Saya tiba di RM ini pukul 13.45 WIB. Di sini, kita bisa sholat zhuhur dan menjamak sholat ashar. Di sini juga tersedia tempat MCK yang lengkap, ada tempat mandi, toilet, dan tempat wudhu laki-laki dan perempuan. Ada juga musholla di samping rumah makan. Usai, sholat saya dan mama makan siang di rumah makan ini. Jika uang kalian menipis, ada ATM juga di lokasi rumah makan. Di sini, bus berhenti cukup lama yaitu sekitar 2 jam. 

Namun, ada yang saya sesalkan selepas dari rumah makan ini. Bus awal yang saya tumpangi diganti. Alhasil, saya dan mama harus membopong barang-barang dan koper ke bus yang lain. Kenapa diganti? Katanya karena agar jalur bus sesuai dengan tujuan saya, yaitu di Pariaman. Apakah jadi beda versi bus? Tidak, bus tetap versi NPM Sutan Class. Kenapa saya kesal? karena saya harus membawa barang-barang bersama mama dan terpaksa duduk di kursi yang tersisa di bus kedua ini. Saya duduk di bagian belakang dekat toilet bus, tepat di atas roda bus bagian belakang sebelah kanan. Saya harus melobi orang agar saya bisa duduk bersama mama saya di kursi yang bersebelahan. Plus, yang tadinya saya sudah PW di bus pertama jadi harus menyesuaikan diri di bus kedua ini. Tidak hanya itu, dari segi fasilitas saya tidak mendapatkan bantal dan selimut layaknya di bus pertama. Hanya ada 1 bantal dan saya berikan kepada mama agar beliau lebih nyaman. Untuk di bus kedua ini, saya tidak menemukan port USB di bagian atas kursi. Lampu di dalam bus berwarna merah neon.  

Bus NPM Sutan Class ke 2
Berbicara soal toilet, baik di bus pertama dan bus kedua sama-sama menyediakan fasilitas ini. Namun, kamu hanya bisa buang air kecil saja. Selain itu, posisi toilet berukuran mini dan berada di bagian belakang bus. Sebaiknya menggunakan toilet pada sat bus berhenti di SPBU agar tidak mengalami guncangan. Toilet bus adalah toilet duduk dengan air yang cukup. Namun, karena ini fasilitas umum, jadi harap menjaga kebersihan toilet ya. 

Perjalanan kemudian berlanjut hingga berhenti di SPBU Pertamina di Jl. Nasir Sutan Pamuncak, Kampai Tabu Karambia, Kec. Lubuk Sikarah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat 27315. Jarak tempuh sepanjang 127,4 Km dengan waktu 3 jam 25 menit. Di SPBU, bus mengantri cukup lama hingga memakan waktu 54 menit. Akhirnya, bus berangkat dari SPBU Solok pukul 20.15 WIB. Dari Solok, bus melaju ke arah Danau Singkarak, melewati Batipuh dan Padang Panjang, bus kemudian tiba di Kayu Tanam lalu mulai menurunkan penumpang pertama di Simpang Sicincin. Dari Sicincin, bus berbelok ke arah Pariaman. Saya akhirnya berhenti di tujuan saya yaitu di Terminal Jati Pariaman pada pukul 23.25 WIB. Waktu yang saya tempuh dari SPBU sampai ke tujuan adalah 3 jam 10 menit. 

Rute Perjalanan dari Palembang ke Pariaman
Selama perjalan, saya sarankan untuk selalu bertanya jika ragu dan bingung mengenai arah pemberhentian bus dan jangan tertidur jika hendak sampai tujuan. Selama perjalanan, saya mengaktifkan Google Maps sebagai acuan. 

Tips singkat dari saya selama perjalanan :
  1. Gunakan pakaian yang longgar dan jangan lupa membawa jaket
  2. Bawalah persediaan air minum, snack dan makanan ringan sebagai ganjalan jika sewaktu-waktu kamu merasa lapar di dalam bus, karena bus hanya berhenti untuk istirahat dan makan di 2 rumah makan
  3. Bawalah tas yang bisa memuat pembalut, pakaian ganti, mukena serta kebutuhan lainnya
  4. Aktifkan Google Maps untuk mentracking perjalanan
  5. Jangan tidur jika tujuan kamu sudah dekat
Nah, demikian review perjalanan dari saya naik bus dari PT. Naikilah Perusahaan Minang (NPM). Saya berangkat hari Sabtu maghrib dan sampai di Pariaman hari Minggu malam. Semoga review dari saya bisa bermanfaat dan menjadi gambaran bagi teman-teman semua yang sedang mencari info tentang naik bus dari Bandar Lampung Gerbang Tol ITERA ke Pariaman, Sumatera Barat. Salam hangat dari saya dan sampai jumpa di tulisan review lainnya, kamu juga bisa subscribe blog saya. Terimakasih :), semoga perjalananmu lancar dan sampai tujuan dengan selamat.   

  • Share:

You Might Also Like

0 comments